Revitalisasi Kearifan Lokal Aceh: Gagasan Islam dan Budaya dalam Menyelesaikan Konflik di Masyarakat

Chaerol Riezal, Hermanu Joebagio, Susanto Susanto

Abstract


This article answers the question of how the form of revitalization of local wisdom in Aceh culture as the capital to resolve conflicts in the community. The important thing that will support this article is how Islamic ideas and Acehnese culture combine into one formulated from within, at least strengthening traditional institutions as the basis for managing Aceh culture is an important discourse to measure indicators of the ongoing settlement of Islamic conflicts. The results indicate that the re-actualization of Aceh culture which had been submerged by the conflict and tsunami, has now been revived especially on the social bases that were lost and even blurred. When there was a conflict in the Acehnese community, the mechanism for resolving conflicts was carried out using the Acehnese cultural approach known as Di’et, Sayam, Suloh, Peusijuek and Peumat Jaroe, involving Aceh traditional institutions at the village level, such as the geuchik (village headman), teungku imum and traditional leaders. This local wisdom in the discourse of the Aceh Government has reached the implementation of policies by making regional regulations through qanun to revitalize Aceh’s local wisdom by reviving some traditional institutions that have not been functioning.

Keywords


Revitalization; Local Wisdom; Islam; Aceh Culture; Conflict Resolution.

Full Text:

PDF

References


Abbas, Syahrizal. (2011). Mediasi dalam Hukum Syariat, Hukum Adat dan Hukum Nasional. Jakarta: Kencana.

Abbas, Syahrizal. 2004. ”Diyat dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Aceh”. Media Syariah, Vol. VI, No. 11.

Abdullah, M. Amin. 1996. Studi Agama: Normativitas dan Historisitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Amirrachman, Alpha (ed). 2007. Revitalisasi Kearifan Lokal: Studi Resolusi Konflik di Kalimantan Barat, Maluku dan Poso. Jakarta: ICIP.

Azra, Azyumardi. 1999. Konteks Berteologi di Indonesia: Pengalaman Islam. Jakarta: Paramadina.

Azra, Azyumardi. 2002. Reposisi Hubungan Agama dan Negara: Merajut Kerukunan Antarumat. Jakarta: Kompas.

Daud, Darni. (ed). 2005. Budaya Aceh, Dinamika Sejarah dan Globalisasi. Banda Aceh: Unsyiah Press.

Himpunan Undang-Undang, Keputusan Presiden, Peraturan Daerah/Qanun, Instruksi Gubernur, Edaran Gubernur Berkaitan Pelaksanaan Syari’at Islam. Edisi Keempat. 2005. Banda Aceh: Dinas Syari’at Islam Aceh.

Husein, Moehammad 1970. Adat Atjeh. Banda Aceh: Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

Harsojo. 1984. Pengantar Antropologi. Bandung: Binacipta.

Harian Serambi Indonesia, Ketika Kopi dan Pala Bersanding. Edisi 4 Juni 2013.

Ismail, Badruzzaman. 2006. Pola-Pola Penyelesaian Pelanggaran HAM:Pendekatan Adat Sebagai Aspek Kearifan Lokal. Makalah pada Workshop Strategic Planning Penyelesaian Pelanggaran HAM Masa Lalu di Aceh, tanggal 22-23 Mei 2006.

Koenjtaraningrat. 1993. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Koenjtaraningrat. 2009. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI Press.

Mudzhar, Atho. Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998.

Moleong, J. Lexy. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi Cetakan ke-33). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution, Lahmuddin. 2004. Penerapan Syari’at Islam di Indonesia: Antara Peluang dan Tantangan. Jakarta: Global Media Cipta Publishing.

Nur Ibr, Fairus M. (ed). 2002. Syari’at di Wilayah Syariat: Pernik-Pernik Islam di Nanggroe Aceh Darussalam. Banda Aceh: Dinas Syari’at Islam.

Qanun Nomor 9 Tahun 2008 tentang Peran Tuha Peut.

Rasjidi, Lili dan Wyasa Putra, I.B. 1993. Hukum Sebagai Suatu Sistem. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sanusi. 2005. “Kearifan Lokal dan Peranan Panglima Laot dalam Proses Pemukiman dan Penataan Kembali Kawasan Pesisir Aceh Pasca Tsunami”. Laporan Penelitian. Banda Aceh: Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Syiah Kuala.

Sukardi. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

Soekanto, Soerjono. 2005. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Sriyanto, Agus. 2007. “Penyelesaian Konflik Berbasis Budaya Lokal”. Ibda’: Studi Islam dan Budaya, Vol. 5, No. 2.

Syamsuddin, Otto Ishak (ed). 2009. Reintegrasi: Pelaksanaan dan Permasalahannya. Banda Aceh: Achehnese Civil Society Task Force.

Supardan, D. 2008. Pengantar Ilmu Sosial Sebuah Kajian Pendekatan Structural. Jakarta: Bumi Aksara.

Tim Peneliti PKPM. 2007. Penerapan Alternatif Dispute Resolution Berbasis Hukum Adat pada Lembaga Keujreun Blang di Kabupaten Aceh Besar. Banda Aceh, BRR Sarpras Hukum dengan PKPM.

Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pemerintahan Aceh Nomor 11 Tahun 2006. Banda Aceh: Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.




DOI: http://dx.doi.org/10.18326/mlt.v3i2.227-244

StatisticsArticle Statistic

This article has been read : 126 times | PDF file viewed : 79 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga

Jl. Nakula Sadewa V No. 9, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50722
Lt. 2 Gedung Skretariat Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora